ORGANOGENESIS PEMBENTUKAN SISTEM SARAF
MATA DAN ANGGOTA BADAN
MATA KULIAH : Perkembangan Hewan
DI SUSUN OLEH:
1. Rahmat syah kurnia
SEMESTER : VI ( Enam ) s1 Biologi
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH ACEH
TAHUN AJARAN ( 2015 / 2016 )
KATAPENGANTAR
Puji syukur kepada ALLAH SWT yang telah senantiasa memberkati dalam menyelesaikan makalah ini, sehingga kami bisa menyelesaikannya tepat pada waktunya. Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah perkembangan hewan tentang organogenesis pembentukan sistem saraf mata dan anggota badan.
dalam penulisan dan penyusunan tugas atau makalah ini, tidak sedikit hambatan yang kami hadapi . sehingga dalam penulisan makalah ini kami merasa masih banyak kekurangan – kekurangan baik dalam penulisan maupun materi , mengingat akan kemampuan yang kami miliki . untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat kami harapkan demi menyempurnakan pembuatan makalah ini. Dalam pembuatan makalah ini kami juga mengucapan terimakasih kepada pihak - pihak yang telah mendukung dan membantu dalam memberikan imformasi tentang materi yang terkait. Semoga materi ini dapat bermanfaat dan menjadi motifasi bagi kita semua.
DAFTAR ISI
Kata pengantar................................................................................... i
Daftar isi .................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang...................................................................... 1
1.2 Rumusan masalah................................................................. 2
1.3 Tujuan penulisan................................................................... 2
1.4 Manfaat................................................................................ 2
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian organogenesis..................................................... 3
2.2 Tahap – tahap organogenesis................................................ 4
2.3 Organogenesis pembentukan sistem saraf mata dan anggota
badan
a. proses pembentukan mata................................................. 5
b. proses pembentukan anggota badan................................. 6
BAB III PENUTUP
3.1 kesimpulan............................................................................ 11
3.2 Saran..................................................................................... 12
DAFTAR PUSTAKA
Daftar isi .................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang...................................................................... 1
1.2 Rumusan masalah................................................................. 2
1.3 Tujuan penulisan................................................................... 2
1.4 Manfaat................................................................................ 2
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian organogenesis..................................................... 3
2.2 Tahap – tahap organogenesis................................................ 4
2.3 Organogenesis pembentukan sistem saraf mata dan anggota
badan
a. proses pembentukan mata................................................. 5
b. proses pembentukan anggota badan................................. 6
BAB III PENUTUP
3.1 kesimpulan............................................................................ 11
3.2 Saran..................................................................................... 12
DAFTAR PUSTAKA
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Organogenesis adalah suatu proses pembentukan organ yang berasal
dari tiga lapisan germinal embrio yang telah terbentuk terlebih
dahulu pada tahap gastrulasi. Masing- masing lapisan yaitu ektoderm, mesoderm
dan endoderm akan membentuk suatu bumbung yang akan berkembang
menjadi sistem organ tertentu yang berbeda namun berkaitan satu dengan yang
lain. Pada organogenesis juga terjadi tahap pertumbuhan akhir embrio yaitu
penyelesaian secara halus bentuk definitif menjadi ciri suatu individu.
Lapisan-lapisan tersebut berkembang menjadi turunan jaringan dan
organ masing-masing pada saat dewasa. Misalnya lapisan Ektoderm akan
berdiferensiasi menjadi cor (jantung), otak (sistem saraf), integumen (kulit),
rambut dan alat indera. Lapisan Mesoderm akan berdiferensiasi menjadi otot,
rangka (tulang/osteon), alat reproduksi (testis dan ovarium), alat peredaran
darah dan alat ekskresi seperti ren. Lapisan Endoderm akan berdiferensiasi
menjadi alat pencernaan, kelenjar pencernaan, dan alat respirasi seperti pulmo.
Imbas embrionik yaitu pengaruh dua lapisan dinding tubuh embrio dalam
pembentukan satu organ tubuh pada makhluk hidup. Contohnya : Lapisan mesoderm dengan
lapisan ektoderm yang keduanya mempengaruhi dalam pembentukan kelopak mata.
Lapisan Endoderm akan berdiferensiasi menjadi alat pencernaan, kelenjar
pencernaan, dan alat respirasi seperti pulmo. Imbas embrionik yaitu pengaruh
dua lapisan dinding tubuh embrio dalam pembentukan satu organ tubuh pada
makhluk hidup. Contohnya : Lapisan mesoderm dengan lapisan ektoderm yang
keduanya mempengaruhi dalam pembentukan kelopak mata.
1.2 Rumusan Masalah
Apa pengertian
organogenesis ?
Bagaimana pembentukan sistem saraf mata ?
Bagaimana organogenesis sistem saraf anggota badan ?
1.2 Tujuan Penulisan
Agar mengetahui tentang organogenesis
Agar mengetahui pembentukan sistem saraf mata
Agar mengetahui organogenesis sistem saraf pada anggota badan
Bagaimana pembentukan sistem saraf mata ?
Bagaimana organogenesis sistem saraf anggota badan ?
1.2 Tujuan Penulisan
Agar mengetahui tentang organogenesis
Agar mengetahui pembentukan sistem saraf mata
Agar mengetahui organogenesis sistem saraf pada anggota badan
1.4 Manfaat
Dalam mempelajari organogenesis kita dapat mengetahui tentang hal yang terjadi pada tubuh kita dan dapat memberikan wawasan kepada kita.
sangat lah penting dan bermanfaat dalam membahas materi ini karena hal ini terjadi pada tubuh kita masing – masing dan dengan kita mempelajari materi ini kita dapat mengetahui pembentukan alat tubuh kita.
Dalam mempelajari organogenesis kita dapat mengetahui tentang hal yang terjadi pada tubuh kita dan dapat memberikan wawasan kepada kita.
sangat lah penting dan bermanfaat dalam membahas materi ini karena hal ini terjadi pada tubuh kita masing – masing dan dengan kita mempelajari materi ini kita dapat mengetahui pembentukan alat tubuh kita.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Pengertian Organogenesis
Dalam perkembangan hewan, organogenesis
(organo-genesis berasal dari kata Yunani όργανον yaitu dengan mana yang
bekerja", dan γένεσις "asal, penciptaan, generasi") adalah
proses dimana ektoderm, endoderm, dan mesoderm berkembang menjadi organ-organ
internal organisme. Organ-organ internal memulai pembangunan pada manusia dalam
3 sampai minggu ke-8 di dalam rahim. Lapisan dalam organogenesis dibedakan
menjadi tiga proses: lipatan, perpecahan, dan kondensasi. Mengembangkan selama
tahap awal pada hewan chordata adalah tabung saraf dan notochord. Semua hewan
vertebrata memiliki proses pembentukan gastrula dengan cara yang sama.
Vertebrata mengembangkan pial neural yang membedakan ke dalam banyak struktur,
termasuk beberapa tulang, otot, dan komponen dari sistem saraf perifer.
Organogenesis adalah proses pembentukan
organ atau alat tubuh. Pertumbuhan ini diawali dari pembentukan embrio (bentuk primitif) menjadi fetus (bentuk
definitif) kemudian berdiferensiasi menjadi memiliki bentuk dan rupa yang
spesifik bagi keluarga hewan dalam satu species. Organogenesis mencangkup
proses transformasi atau perubahan bentuk serta proses diferensiasi prosesyang
terjadi secara terus menerus pada sel, jaringan untuk membentuk struktur yang
spesifik. Diferensiasi sel terjadi melalui interaksi sel yang diperantarai oleh
molekul signalling yang bervariasi.
Organogensisi dimulai akhir minggu ke 3 dan
berakhir pada akhir minggu ke 8. Dengan berakhirnya organogenesis maka
cirri-ciri eksternal dan system organ utama sudah terbentuk yang selanjutnya
embryo disebut fetus.
Organogenesis terdiri
dari dua periode, yaitu pertumbuhan antara danpertumbuhan akhir. Pada periode
pertumbuhan antara atau transisi terjadi transformasidan differensiasi
bagian-bagian tubuh embryo dari bentuk primitive sehingga menjadi bentuk
definitif. Pada periode ini embryo akan memiliki bentuk yang khusus bagi suatu
spesies. Pada periode pertumbuhan akhir, penyelesaian secara halus bentuk
definitive sehingga menjadi ciri suatu individu. Pada periode ini embryo
mengalami penyelesaian pertumbuhan jenis kelamin, watak (karakter fisik dan
psikis) serta wajah yang khusus bagi setiap individu.
2.2 Tahap-tahap Organogenesis
Dalam berlangsungnya proses organogenesis memiliki dua periode
atau tahapan yaitu :
a. Periode
pertumbuhan antara
Pada periode ini
terjadi transformasi dan diferensiasi bagian – bagian tubuh embrio sehingga menjadi bentuk yang
definitif, yang khas bagi suatu spesies. Seperi pada katak adanya tingkat
berudu.
b. Periode
Pertumbuhan akhir
Periode pertumbuhan
akhir adalah periode penyelesaian bentuk definitif menjadi suatu bentuk
individu (pertumbuhan jenis kelamin, roman / wajah yang khas bagi suatu
individu). Namun pada aves, reptil dan mamalia batas antara periode antara dan
akhir tidak jelas.
Organogenesis yaitu proses pembentukan organ-organ tubuh pada
makhluk hidup (hewan dan manusia). Organ yang dibentuk ini berasal dari
masing-masing lapisan dinding tubuh embrio pada fase gastrula yaitu :
· Lapisan
Ektoderm akan berdiferensiasi menjadi cor (jantung), otak (sistem saraf),
integumen (kulit), rambut dan alat indera.
· Lapisan
Mesoderm akan berdiferensiasi menjadi otot, rangka (tulang/osteon), alat
reproduksi (testis dan ovarium), alat peredaran darah dan alat ekskresi seperti
ren.
· Lapisan
Endoderm akan berdiferensiasi menjadi alat pencernaan, kelenjar pencernaan, dan
alat respirasi seperti pulmo. Imbas embrionik yaitu pengaruh dua lapisan
dinding tubuh embrio dalam pembentukan satu organ tubuh pada makhluk hidup.
Contohnya : Lapisan mesoderm dengan lapisan ektoderm yang keduanya mempengaruhi
dalam pembentukan kelopak mata.
2.3 ORGANOGENESIS PEMBENTUKAN SISTEM SARAF
MATA DAN
ANGGOTA BADAN
A. PROSES PEMBENTUKAN MATA
Perkembangan mata mulai tampak pada mudigah 22 hari sebagai sepasang lekukan dangkal pada sisi kanan dan kiri otak depan. Dengan menutupnya tabung saraf, lekukan-lekukan ini membentuk kantong-kantong keluar pada otak depan yaitu gelembung mata. Gelembung ini selanjutnya menempel pada ectoderm permukaan dan menginduksi perubahan ectoderm yang diperlukan untuk pembentukan lensa. Setelah itu, gelembung mata mulai tumbuh melakukan invaginasi dan membentuk piala mata yang berdinding rangkap.
Lapisan dalam dan luar piala mata ini mula-mula dipisahkan oleh suatu rongga, yaitu ruangan intraretina, tetapi segera rongga ini menghilang dan kemudian kedua lapisan tersebut saling berlekatan satu sama lain. Invaginasi tidak hanya terbatas pada bagian tengah piala, tetapi juga meliputi sebagian permukaan inferiornya yang membentuk fissura koroidea. Pada minggu ke-7, bibir-bibir fissura koroidea bersatu, dan mulut piala mata kemudian menjadi lubang bulat yang kelak menjadi pupil.
Sementara peristiwa ini berlangsung, sel-sel ectoderm permukaan yang semula menempel pada gelembung mata, mulai memanjang dan membentuk plakode lensa . Plakode ini selanjutnya melakukan invaginasi dan berkembang menjadi gelembung lensa. Pada minggu ke-5, gelembung lensa terlepas dari ectoderm permukaan dan selanjutnya terletak di dalam mulut piala mata.
B.PROSES PEMBENTUKAN ANGGOTA BADAN
A. Pembentukan kulit
Contoh: pada embrio manusia
· Sampai umur 1 bulan, embrio manusia hanya memiliki penutup tubuh berupas elapis sel ektoderm berbentuk kubus.
· Sel-sel ektoderm membelah secara mitosis membentuk 2 lapisan, yaitu periderm (sebelah atas) dan ektoderm (sebelah bawah). Periderm hilang sebelum bayi lahir.
· Pada akhir bulan ke-2 sel-sel ektoderm berproliferasi membentuk 2-3 lapis sel yang disebut stratum germinativum (stratum basale).
· Stratum berikutnya terbentuk di atasnya, yaitu stratum spinosum.
· Berikutnya terbentuk stratum granulosum yang terdiri dari 3-5 lapis sel; sel-selnya memiliki granula keratohialin.
· Berikutnya terbentuk stratum lusidum (pada kulit tak berambut/ kulit tebal) berupa selapis tipis sel.
· Selanjutnya terbentuk stratum korneum yang merupakan lapisan epidermis teratas. Sel-sel mati dari startum korneum secara kontinyu dilepaskan dari permukaan kulit, digantikan oleh sel-sel lusidum. Sel-sel lusidum digantikan oleh sel-sel dari lapisan granulosum, dan seterusnya. Hal ini dapat terjadi karena sel-sel pada stratum germinativum selalu aktif berproliferasi.
· Dermis kulit dibentuk oleh sel-sel mesenkim yang berasal dari mesoderm somatik hipomer atau dari dermatom epimer. Sel-sel mesenkim membentuk jaringan ikat, pembuluh darah, serta otot polos penegak rambut (pada kulit berambut). Saraf dan ujung-ujung saraf yang terdapat di dermis merupakan cabang dari saraf-saraf yang memasuki kulit.
B. Pembentukan saluran pencernaan
Saluran pencernaan primitif terbagi menjadi 3 bagian, yaitu usus depan (fore gut), usus tengah (mid gut), dan usus belakang (hind gut).
- Usus depan: terbentuk oleh adanya pelipatan endodern atap arkenteron bagian anterior, yang akan diikuti oleh mesoderm splanknik.
Usus depan akan menjadi rongga mulut, faring, esofagus, lambung dan duodenum.
- Usus tengah: daerah arkenteron antara usus depan dan usus belakang.
Usus tengah akan menjadi yeyunum, ileum dan kolon
- Usus belakang: terbentuk oleh adanya pelipatan endodern atap arkenteron bagian posterior, yang akan diikuti oleh mesoderm splanknik.
Usus belakang akan menjadi rektum dan kloaka atau anus
Epitel saluran pencernaan terbentuk dari endoderm, kecuali epitel mulut dan anus – dari ektoderm. Jaringan-jaringan/ struktur-struktur lain penyususn saluran pencernaan dibentuk oleh mesoderm splanknik.
C. Pembentukan mulut
Mulut terbentuk pada bagian anterior usus depan. Invaginasi ektoderm (= lekuk stomodeum) yang diikuti dengan evaginasi endoderm usus depan menyebabkan terbentuknya keping oral. Keping oral makin lama makin menipis, akhirnya pecah → menjadi lubang mulut.
D. Pembentukan anus
Anus terbentuk pada bagian posterior usus belakang. Invaginasi ektoderm (= lekuk proktodeum)yang diikuti dengan evaginasi endoderm usus belakang menyebabkan terbentuknya keping anal.Keping anal makin lama makin menipis, akhirnya pecah → menjadi lubang anus.
E. Pembentukan hati
Tunas (divertikulum) hati timbul sebagai evaginasi ke arah ventaral dari endoderm di antara bakal lambung dan duodenum. Tonjolan endoderm tersebut dilapisi oleh mesenkim dan mesoderm splanknik. Tunas hati kemudian bercabang-cabang membentuk hati, percabangan bagian distal membentuk sel-sel parenkim sekretori, bagian proksimal membentuk sel-sel duktus hepatikus.
- Sel-sel hati (perenkim hati) dan sel-sel duktus hepatikus terbentuk dari endoderm
- Jaringan-jaringan lain dari hati dibentuk oleh mesenkim dan mesoderm splanknik.
- Dari bagian akar tunas hati timbul tonjolan yang lain, yaitu tunas kantung empedu.
F. Pembentukan pankreas
Pankreas tunggal berasal dari dua buah tonjolan endoderm di dekat tunas hati (1 diventral dan 1 di dorsal). Kedua tonjolan tersebut kemudian bercabang-cabang dan berfusi membentuk pankreas tunggal.
- Sel-sel pankreas sekretori (asini pankreas) dan sel-sel duktus pankreatik dibentuk dari sel-sell endodermal
- Pulau-pulau Langerhans dibentuk dari sel-sell endodermal. Pada awal perkembangannya, kelompok sel-sel endodermal ini menjadi terpisah dan terperangkap dalam mesoderm di antara asini pankreas. Kelompok-kelompok tersebut termodifikasi menjadi sel-sel pulau Langerhans. Di dalam pankreas manusia dewasa terdapat 200.000 sampai 1.800.000 pulau Langerhans.
G. Pembentukan trakea dan paru-paru
Pembentukan trakea dan paru-paru berkaitan dengan saluran pencernaan.
· Pada usus depan di perbatasan faring dan esofagus terjadi evaginasi endoderm ke arah ventral membentuk lekuk.
· Lekuk laringotrakea memanjang, kemudian memisahkan diri dari usus depan dan akan tumbuh ke arah posterior sebagai trakea yang terletak di sisi ventral esofagus. Endoderm yang berasal dari usus depan membentuk bagian epitel trakea, sedangkan tulang rawan, jaringan ikat dan ototnya berasal dari mesenkim disekitarnya.
· Sementara memanjang, kedua ujung trakea menggelembung → menjadi tunas paru-paru.
· Mesoderm akan menginduksi tunas paru-paru untuk terus tumbuh dan membentuk percabangan bronkus dan bronkiolus. Di akhir percabangan, epitel akan menipis dan terbentuklah alveolus.
· Epitel bronkus sampai dengan alveolus terbentuk dari endoderm, demikian pula dengan kelenjar-kelenjarnya; sedangkan jaringan ikat dan otot pada paru-paru terbentuk dari mesenkim. Pleura yang membungkus paru-paru berasal dari mesoderm splanknik.
I. Pembentukan ginjal
Ginjal merupakan turunan dari mesoderm intermedier (mesomer). Pembentukan ginjal embrio vertebrata ditandai dengan adanya penonjolan pada mesoderm intermedier di daerah anterior embrio, yang disebut nefrotom. Selanjutnya perkembangan ginjal berlangsung dari anterior ke posterior, dimulai dengan pembentukan ginjal tipe pronefros, kemudian mesonefros, dan terakhir metanefros. Semua tahapan terjadi pada pembentukan ginjal hewan amniota. Perkembangan ginjal hewan anamniota hanya sampai tahap mesonefros.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
1. Organegenesis adalah proses pembentukan organ atau alat tubuh .pertubuhan ini
diawali dari pembentukan embrio menjadi fetus.
2.organogenesis terdiri dari dua periode :
a.periode pertumbuhan antara
A. PROSES PEMBENTUKAN MATA
Perkembangan mata mulai tampak pada mudigah 22 hari sebagai sepasang lekukan dangkal pada sisi kanan dan kiri otak depan. Dengan menutupnya tabung saraf, lekukan-lekukan ini membentuk kantong-kantong keluar pada otak depan yaitu gelembung mata. Gelembung ini selanjutnya menempel pada ectoderm permukaan dan menginduksi perubahan ectoderm yang diperlukan untuk pembentukan lensa. Setelah itu, gelembung mata mulai tumbuh melakukan invaginasi dan membentuk piala mata yang berdinding rangkap.
Lapisan dalam dan luar piala mata ini mula-mula dipisahkan oleh suatu rongga, yaitu ruangan intraretina, tetapi segera rongga ini menghilang dan kemudian kedua lapisan tersebut saling berlekatan satu sama lain. Invaginasi tidak hanya terbatas pada bagian tengah piala, tetapi juga meliputi sebagian permukaan inferiornya yang membentuk fissura koroidea. Pada minggu ke-7, bibir-bibir fissura koroidea bersatu, dan mulut piala mata kemudian menjadi lubang bulat yang kelak menjadi pupil.
Sementara peristiwa ini berlangsung, sel-sel ectoderm permukaan yang semula menempel pada gelembung mata, mulai memanjang dan membentuk plakode lensa . Plakode ini selanjutnya melakukan invaginasi dan berkembang menjadi gelembung lensa. Pada minggu ke-5, gelembung lensa terlepas dari ectoderm permukaan dan selanjutnya terletak di dalam mulut piala mata.
B.PROSES PEMBENTUKAN ANGGOTA BADAN
A. Pembentukan kulit
Contoh: pada embrio manusia
· Sampai umur 1 bulan, embrio manusia hanya memiliki penutup tubuh berupas elapis sel ektoderm berbentuk kubus.
· Sel-sel ektoderm membelah secara mitosis membentuk 2 lapisan, yaitu periderm (sebelah atas) dan ektoderm (sebelah bawah). Periderm hilang sebelum bayi lahir.
· Pada akhir bulan ke-2 sel-sel ektoderm berproliferasi membentuk 2-3 lapis sel yang disebut stratum germinativum (stratum basale).
· Stratum berikutnya terbentuk di atasnya, yaitu stratum spinosum.
· Berikutnya terbentuk stratum granulosum yang terdiri dari 3-5 lapis sel; sel-selnya memiliki granula keratohialin.
· Berikutnya terbentuk stratum lusidum (pada kulit tak berambut/ kulit tebal) berupa selapis tipis sel.
· Selanjutnya terbentuk stratum korneum yang merupakan lapisan epidermis teratas. Sel-sel mati dari startum korneum secara kontinyu dilepaskan dari permukaan kulit, digantikan oleh sel-sel lusidum. Sel-sel lusidum digantikan oleh sel-sel dari lapisan granulosum, dan seterusnya. Hal ini dapat terjadi karena sel-sel pada stratum germinativum selalu aktif berproliferasi.
· Dermis kulit dibentuk oleh sel-sel mesenkim yang berasal dari mesoderm somatik hipomer atau dari dermatom epimer. Sel-sel mesenkim membentuk jaringan ikat, pembuluh darah, serta otot polos penegak rambut (pada kulit berambut). Saraf dan ujung-ujung saraf yang terdapat di dermis merupakan cabang dari saraf-saraf yang memasuki kulit.
B. Pembentukan saluran pencernaan
Saluran pencernaan primitif terbagi menjadi 3 bagian, yaitu usus depan (fore gut), usus tengah (mid gut), dan usus belakang (hind gut).
- Usus depan: terbentuk oleh adanya pelipatan endodern atap arkenteron bagian anterior, yang akan diikuti oleh mesoderm splanknik.
Usus depan akan menjadi rongga mulut, faring, esofagus, lambung dan duodenum.
- Usus tengah: daerah arkenteron antara usus depan dan usus belakang.
Usus tengah akan menjadi yeyunum, ileum dan kolon
- Usus belakang: terbentuk oleh adanya pelipatan endodern atap arkenteron bagian posterior, yang akan diikuti oleh mesoderm splanknik.
Usus belakang akan menjadi rektum dan kloaka atau anus
Epitel saluran pencernaan terbentuk dari endoderm, kecuali epitel mulut dan anus – dari ektoderm. Jaringan-jaringan/ struktur-struktur lain penyususn saluran pencernaan dibentuk oleh mesoderm splanknik.
C. Pembentukan mulut
Mulut terbentuk pada bagian anterior usus depan. Invaginasi ektoderm (= lekuk stomodeum) yang diikuti dengan evaginasi endoderm usus depan menyebabkan terbentuknya keping oral. Keping oral makin lama makin menipis, akhirnya pecah → menjadi lubang mulut.
D. Pembentukan anus
Anus terbentuk pada bagian posterior usus belakang. Invaginasi ektoderm (= lekuk proktodeum)yang diikuti dengan evaginasi endoderm usus belakang menyebabkan terbentuknya keping anal.Keping anal makin lama makin menipis, akhirnya pecah → menjadi lubang anus.
E. Pembentukan hati
Tunas (divertikulum) hati timbul sebagai evaginasi ke arah ventaral dari endoderm di antara bakal lambung dan duodenum. Tonjolan endoderm tersebut dilapisi oleh mesenkim dan mesoderm splanknik. Tunas hati kemudian bercabang-cabang membentuk hati, percabangan bagian distal membentuk sel-sel parenkim sekretori, bagian proksimal membentuk sel-sel duktus hepatikus.
- Sel-sel hati (perenkim hati) dan sel-sel duktus hepatikus terbentuk dari endoderm
- Jaringan-jaringan lain dari hati dibentuk oleh mesenkim dan mesoderm splanknik.
- Dari bagian akar tunas hati timbul tonjolan yang lain, yaitu tunas kantung empedu.
F. Pembentukan pankreas
Pankreas tunggal berasal dari dua buah tonjolan endoderm di dekat tunas hati (1 diventral dan 1 di dorsal). Kedua tonjolan tersebut kemudian bercabang-cabang dan berfusi membentuk pankreas tunggal.
- Sel-sel pankreas sekretori (asini pankreas) dan sel-sel duktus pankreatik dibentuk dari sel-sell endodermal
- Pulau-pulau Langerhans dibentuk dari sel-sell endodermal. Pada awal perkembangannya, kelompok sel-sel endodermal ini menjadi terpisah dan terperangkap dalam mesoderm di antara asini pankreas. Kelompok-kelompok tersebut termodifikasi menjadi sel-sel pulau Langerhans. Di dalam pankreas manusia dewasa terdapat 200.000 sampai 1.800.000 pulau Langerhans.
G. Pembentukan trakea dan paru-paru
Pembentukan trakea dan paru-paru berkaitan dengan saluran pencernaan.
· Pada usus depan di perbatasan faring dan esofagus terjadi evaginasi endoderm ke arah ventral membentuk lekuk.
· Lekuk laringotrakea memanjang, kemudian memisahkan diri dari usus depan dan akan tumbuh ke arah posterior sebagai trakea yang terletak di sisi ventral esofagus. Endoderm yang berasal dari usus depan membentuk bagian epitel trakea, sedangkan tulang rawan, jaringan ikat dan ototnya berasal dari mesenkim disekitarnya.
· Sementara memanjang, kedua ujung trakea menggelembung → menjadi tunas paru-paru.
· Mesoderm akan menginduksi tunas paru-paru untuk terus tumbuh dan membentuk percabangan bronkus dan bronkiolus. Di akhir percabangan, epitel akan menipis dan terbentuklah alveolus.
· Epitel bronkus sampai dengan alveolus terbentuk dari endoderm, demikian pula dengan kelenjar-kelenjarnya; sedangkan jaringan ikat dan otot pada paru-paru terbentuk dari mesenkim. Pleura yang membungkus paru-paru berasal dari mesoderm splanknik.
I. Pembentukan ginjal
Ginjal merupakan turunan dari mesoderm intermedier (mesomer). Pembentukan ginjal embrio vertebrata ditandai dengan adanya penonjolan pada mesoderm intermedier di daerah anterior embrio, yang disebut nefrotom. Selanjutnya perkembangan ginjal berlangsung dari anterior ke posterior, dimulai dengan pembentukan ginjal tipe pronefros, kemudian mesonefros, dan terakhir metanefros. Semua tahapan terjadi pada pembentukan ginjal hewan amniota. Perkembangan ginjal hewan anamniota hanya sampai tahap mesonefros.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
1. Organegenesis adalah proses pembentukan organ atau alat tubuh .pertubuhan ini
diawali dari pembentukan embrio menjadi fetus.
2.organogenesis terdiri dari dua periode :
a.periode pertumbuhan antara
Periode ini terjadi transformasi dan
diferensiasi bagian bagian tubuh embrio
sehingga menjadi bentuk yang definitif.
b. pertumbuhan pertumbuhan akhir
adalah periode penyelesaian bentuk definitif menjadi suatu bentuk indifidu.
3. Proses pembentukan mata
perkembangan mata mulai nampak pada 22 hari sebagai sepasang lekukan
dangkal pada sisi kanan dan kiri otak depan.
4.proses pembentukan anggota badan
a.pembentukan kulit ; pada embrio manusia sampai umur 1 bulan, embrio manusia
hanya memiliki penutup tubuh brupa selapis sel.
b. pembentukan saluran pencernaan ; pembentukannya oleh tiga bagian. Usus depan,
usus tengah dan usus blakang.
c. pembentukan mulut ; mulut terbentuk pada anterior usus depan
d. pembentukan anus ; anus terbentuk pada bagian posterior usus blakang
e. pembentukan ginjal ; pembentukan nta ditandai pada adanya tonjolan di mesoderm.
b. pertumbuhan pertumbuhan akhir
adalah periode penyelesaian bentuk definitif menjadi suatu bentuk indifidu.
3. Proses pembentukan mata
perkembangan mata mulai nampak pada 22 hari sebagai sepasang lekukan
dangkal pada sisi kanan dan kiri otak depan.
4.proses pembentukan anggota badan
a.pembentukan kulit ; pada embrio manusia sampai umur 1 bulan, embrio manusia
hanya memiliki penutup tubuh brupa selapis sel.
b. pembentukan saluran pencernaan ; pembentukannya oleh tiga bagian. Usus depan,
usus tengah dan usus blakang.
c. pembentukan mulut ; mulut terbentuk pada anterior usus depan
d. pembentukan anus ; anus terbentuk pada bagian posterior usus blakang
e. pembentukan ginjal ; pembentukan nta ditandai pada adanya tonjolan di mesoderm.
3.2 Saran
Dari pemaparan materi diatas kita semustinya sadar dan tahu diri bahwa kita sebenearnya tidak usah untuk kemudian menyangsikan lagi bahwa kita ini merupakan mahkluk yang paling hebat serta jika diandingkan dengan mahkluk hidup yang lainnya. Jauh sebelum kita di lahirkan, didalam tubuh ibu kita menjalani suatu proses yang disebut organogenesis yang merupakan suatu rangkaian proses penyempurnaan bentuk fisik serta jasmiah dari tubuh kita, yang mana ketika jantung kita sudah mulai berdetak, ginjal kita sudah berfungsi sebagai alat penyeimbang osmoregulasi tubuh, serta alat ggerak atau esktermitas kita sudah terbentujk, maka kita sudah harus merasa bangga bahwa di dunia telah lahir lagi seorang khalifatul fil ard yang baru.
Dari pemaparan materi diatas kita semustinya sadar dan tahu diri bahwa kita sebenearnya tidak usah untuk kemudian menyangsikan lagi bahwa kita ini merupakan mahkluk yang paling hebat serta jika diandingkan dengan mahkluk hidup yang lainnya. Jauh sebelum kita di lahirkan, didalam tubuh ibu kita menjalani suatu proses yang disebut organogenesis yang merupakan suatu rangkaian proses penyempurnaan bentuk fisik serta jasmiah dari tubuh kita, yang mana ketika jantung kita sudah mulai berdetak, ginjal kita sudah berfungsi sebagai alat penyeimbang osmoregulasi tubuh, serta alat ggerak atau esktermitas kita sudah terbentujk, maka kita sudah harus merasa bangga bahwa di dunia telah lahir lagi seorang khalifatul fil ard yang baru.
DAFTAR
PUSTAKA
Anonim,
2011, Organogenesis, http://rahmatsyahkurnia.blogspot.com/2011/04/makalah-organogenesis.html, diakses pada hari Selasa 02
juni 2015 pukul 09.50 WITA.
Anonim2011, OrganogenesisSistem Urogenitalhttp://rahmatsyah.blogspot.com/2011/11/organogenesis-sistem-urogenital.html, diakses pada hari Selasa 02 juni 2015 pukul
11.30 WITA
Anonim, 2012, Tahapan Organogenesis,http://syahkurnia.blogspot.coml, diakses pada hari Selasa 02 juni 2015 pukul
10.00 WITA.
kurnia, A.
2004. Diktat Perkembangan Hewan. FMIPA: ITS
Tidak ada komentar:
Posting Komentar